PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, DAN MASYARAKAT MADANI INDONESIA

RESENSI BUKU

 

 

Identitas Buku

       Judul buku     : Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia

       Pengarang      : Prof, Dr. H.A.R. TILAAR, M.Sc.Ed.

       Penerbit          : PT Remaja Rosdakarya

       Tahun terbit   : 2002

       Tempat terbit : Bandung

       Tebal buku     : xi + 251 halaman

 

Isi Buku

Dalam karyanya yang berjudul “Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia” ini,  Prof, Dr. H.A.R. TILAAR, M.Sc.Ed membahas mengenai proses pendidikan yaitu suatu bentuk pemanusiaan manusia berbudaya Indonesia yang berakar pada budaya bangsa dalam membawa manusia dan masyarakat Indonesia ke dalam masyarakat madani Indonesia. Selain itu buku ini juga membahas tentang apa itu hakikat pendidikan, hakikat kebudayaan, dan keterkaitan antara keduanya.

Pendidikan, kebudayaan dan masyarakat merupakan tiga hal yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia. Ketiganya menciptakan suatu hal yang saling berkaitan dengan nilai-nilai. Oleh sebab itu, pendidikan tidak akan pernah lepas dari kebudayaan dan hanya dapat terlaksanana dalam suatu masyarakat.

Pendidikan merupakan suatu proses menaburkan benih-benih budaya dan peradaban manusia yang hidup dan dihidupi oleh nilai-nilai atau visi yang berkembang dan dikembangkan di dlam suatu masyarakat.

Kebudayaan merupakan dasar dari praksis pendidikan, maka bukan saja seluruh proses pendidikan berjiwakan kebudayaan nasional, tetapi juga seluruh unsur kebudayaan harus diperkenalkan dalam proses pendidikan. Hal ini berarti kesenian, budi pekerti, sastra juga pendidikan jasmani. Kemudian pendidikan nasional harus dilandasi oleh kebudayaan nasional. Keterkaitan yang erat antara pendidikan dan kebudayaan nasional karena bukan saja untuk menentukan bahwa pendidikan nasional berdasarkan kebudayaan nasional , tetapi juga kebudayaan nasional perlu diwujudkan atau dikembangkan melalui pendidikan nasional.

Dalam buku ini dijelaskan pula keterkaitan antara manusia yang berpendidikan  dan manusia yang berbudaya. Para pakar berpendapat bahwa manusia yang berpendidikan sama artinya dengan manusia yang berbudaya. Adapun perbedaan dari pengertian keduanya yaitu, manusia berpendidikan diartikan sebagai manusia yang telah berkembang kemampuan intelektualnya karena pendidikan. Sedangkan seorang yang menguasai dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai budaya, khususnya nilai-nilai etis dan moral yang hidup dalam kebudayaan tersebut.

Proses pendidikan yang berakar dari kebudayaan, berbeda dengan praksis pendidikan yang terjadi dewasa ini yang cenderung mengalenasikan proses pendidikan dari kebudayaan. Kita memerlukan suatu perubahan paradigma untuk mewujudkan cita-cita era reformasi yang tidak lain adalah membangun suatu masyarakat madani Indonesia.Oleh sebab itu paradigma yang baru pendidikan nasional harus diarahkan demi terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut.

 

   Kelebihan         : Buku ini, menyajikan pengetahuan tentang pendidikan, kebudayaan, dan masyarakat madani, dengan di dalamnya dijelaskan berbagai teori-teori pengiringnya secara lengkap.