MENGERTI TENTANG KEHIDUPAN DI MASYARAKAT

            Dalam kehidupan di dunia ini manusia tidak bisa hidup seorang diri, manusia juga perlu bantuan orang lain, dalam hal ini kita sebagai makhluk yang membutuhkan orang lain disebut juga” makhluk sosial”. Dalam kehidupannya manusia juga perlu bergaul dengan sesama, jika tidak kita tidak akan tau ada perkembangan apa yang ada di dalam negri. Kita sebagai makhluk sosial tidak boleh sombong kepada sesama, sebab jika kita sombong kepada orang lain kita akan di jauhi dan tidak akan ada yang suka terhadap kita.

            Setelah membaca artikel yang bertema Individu, Keluarga dan Masyarakat saya jadi lebih menyadari bahwa kita tidak bisa hidup seorang diri, apa yang akan terjadi jika kita hidup seorang diri dalam wilayah yang besar ini? Kita tidak akan bisa berbuat apa-apa.

            Dalam artikel Individu, Keluarga dan Masyarakat ada juga yang di maksud dengan pertumbuhan, yang di artikan sebagai perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Perubahan terjadi pada setiap individu, contohnya anak yang baru berumur 1 bulan, lama kelamaan dia akan bertumbuh besar jika dia diberikan gizi yang baik.

            Setelah membaca artikel ini saya juga berfikir kalau saya pun tumbuh ke arah yang maju, dan diumur saya yang sekarang pertumbuhan saya pun menjadi makin baik dan saya pun bisa menjadi dewasa. Pertumbuhan juga bukan hanya dalam perkembangan psikis saja namun juga perkembangan saya berkembang dalam fisik, contohnya saya jadi lebih tinggi dan badan saya pu menjadi lebih besar.

               Dan dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yangsemula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.

               Sebelum kehidupan bermasyarakat ada pula yang namanya keluarga, keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Dalam keluarga itu adanya ayah ibu dan anak-anaknya. Ayah ibu dan satu orang anak itu disebut keluarga inti.

               Dalam kehidupan bermasyarakat pun individu juga sering mempunyai masalah dengan individu lain, masalah tersebut biasanya muncul karna tingkah laku dan sifat seseorang sendiri itu yang berbeda. Namun seseorang individu itu juga harus bisa menyesuaikan dirinya, apalagi terhadap habitatnya yang baru.

         Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi:

  1. Masa vital yaitu dari usia 0.0 sampai kira-kira 2 tahun.

Pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk   menemukan berbagai hal dalam dunianya.

  1. Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun

             masa estetik ini dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan

  1. Masa intelektual dari kira-kria 7 tahun sampai kira-kira 13 tahun atau 14 tahun
  2. Masa sosial, kira-kira umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20 – 21 tahun

Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, darah atau adopsi. Yang mengiakt suami dan istri adalah perkawinan, yang mempersatukan orang tua dan anak-anak adalah hubungan darah (umumnya) dan kadang-karang adopsi. Dalam bentuknya yang paling dasar sebuah keluarga terdiri atas seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan ditambah dengan anak-anak mereka yang belum menikah, biasanya tinggal dalam satu rumah, dalam antropologi disebut keluarga inti.. satu keluarga ini dapat juga terwujud menjadi keluarga luas dengan adanya tambahan dari sejumlah orang lain, baik yang kerabat maupun yang tidak sekerabat, yang secara bersama-sama hidup dalam satu rumah tangga dengan keluarga inti.

               Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapata digolongkan menjadi :

  1. Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria
  2. Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.

 

Dalam kehidupan bermasyarakat ada bermacam-macam sifat seseorang itu, oleh sebab itu kita harus bisa mengendalikan sifat burukkita supaya sifat buruk kita tidak keluar pada saat bermasyarakat.

Masyarakat itu tidak sendiri atau tidakhidup sendiri, masyarakat itu pasti mempunya tetangga untuk berhubungan kepada sesama. Dalam kehidupan bermasyarakat ada yang namanya kelompok face to grup yang berarti interaksi antaranggotanya lebih erat, lebih intensif  dan lebih akrab.

      Harus kita ketahui manusia adalah “Soon Politikon” yang berarti manusia tersebut tidak bisa hidup sendiri. Manusia itu sendiri adalah mankhluk yang perlu bergaul dengan sesama.

               Adapun macam-macam pertumbuhan, yaitu ada pertumbuhan pendirian nativistik yang bisa dibilang bahwa pertumbuhan itu dibawa oleh faktor lahir/bawaan dari lahir. Dan ada pertumbuhan Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali. Dan yang ketiga ada pertumbuhan Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.